Geely beranggapan, dengan lahirnya perjanjian perdagangan bebas ini, rencana investasi mereka pun akan bisa segera terealisasi, misalnya rencana pembangunan pabrik perakitan di Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sales Director Geely, Hank Lin di sela-sela Beijing Auto Show seperti dilaporkan reporter detikOto Syubhan Akib dari Beijing, Senin (26/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut pria yang sudah malang-melintang di berbagai pabrikan otomotif ini menjelaskan dengan adanya perdagangan bebas ini, Geely akan semakin leluasa melakukan penetrasi pasar.
"Bila kami membangun pabrik di Indonesia, Indonesia nantinya diharapkan akan menjadi basis produksi bagi mobil-mobil yang dipasarkan di Malaysia, Singapura atau bahkan Australia," jelasnya.
Kabarnya, rencana pembangunan pabrik perakitan Geely di Indonesia memang terus dievaluasi dan sedang direncanakan dengan lebih matang dan akan mulai dibangun 2 tahun lagi.
Dengan adanya pabrik perakitan sendiri, penetrasi pasar Geely yang saat ini menawarkan dua varian yakni MK1 dan MK2 pun akan semakin meluas.
Saat ini untuk merakit mobil di tanah air Geely masih menumpang di pabrik perakitan PT Gaya Motor di kawasan Sunter, Jakarta.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi