mencicipi sedan entry level mereka.
Berlokasi di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Mazda2 sedan langsung menarik perhatian karena desainnya yang lagi-lagi memiliki grille besar 'tersenyum' khas Mazda. Meski tampilan wajahnya tetap mirip Mazda2 versi hatchback.
Bedanya, Mazda2 sedan memiliki dimensi yang lebih panjang karena memiliki bokong yang digunakan sebagai bagasi. Masuk kedalam kabin pun, interior pada dashboard tidak berbeda dengan versi hatchback.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan tantangan tersebut dijawab oleh Mazda2 sedan dengan akselarasinya yang responsif. Perpindahan gigi pun bisa dilakukan dengan cepat, karena Mazda menempatkan tuas transmisi yang tidak berjauhan dari lengan kiri pengemudi.
Meskipun tetap, mesin 1.500 cc memiliki keterbatasan bila harus dipacu di sirkuit. Mungkin sensasinya bakal berbeda ketika dijalan raya. Tapi, meski dipacu dengan kecepatan tinggi, akselarasi responsif Mazda2 sedan masih benar-benar rasa sedan. Memang tidak lembut, tetapi tetap nyaman.
Dan ini dia yang ditunggu-tunggu selain akselarasi spontannya. Bagaimana Mazda2 sedan melahap tikungan demi tikungan di sirkuit Sentul. Pengaturan suspensi yang
berbeda tingkat kekerasannya antara sepasang roda depan dan belakang, sedikit banyak membantu handling Mazda2 sedan.
Ketika berbelok dengan kecepatan 60 km per jam, tidak ada kendala berarti. Meskipun untuk tipe S, suspensi terasa lebih lembut, namun kelincahan Mazda2 bermanuver tidak sampai membuat bodi mobil limbung dan bergoyang ke kanan dan kiri.
Perlu antisipasi sedikit ketika kecepatan berbelok diatas 80 km per jam. Bunyi decitan ban pasti terdengar, meskipun tetap, Mazda2 sedan tidak sampai membuat pengemudi merasa was-was mobil akan melintir. Termasuk ketika harus bergerak
zig-zag, Mazda2 sedan tetap lincah diajak meliuk-liuk.
Kami menyukai tampilannya yang tidak konvensional, serta akselarasi responsif dan kelincahan handlingnya. Meskipun urusan kenyamanan sedikit dikurangi, terutama pada tipe R, karena suspensi menjadi sedikit lebih keras untuk mengejar stabilitas yang optimal.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?