Bahkan peraturan yang akan disertai penilangan itu membuat bapak 3 anak beralih profesi dari sopir angkot menjadi pedagang helm SNI.
Dia adalah Edi, sopir angkutan umum jurusan Ciputat β Pondok Labu yang bermanuver menjadi pedagang helm SNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bisa jual sebanyak 25 hingga 30 unit helm SNI setiap harinya," kata Edi ketika lapaknya yang terletak di jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang dikunjungi detikOto, Senin malam (12/4/2010).
"Dari situ saya lebih memilih jual helm SNI dari pada narik angkot. Karena bisa dapat uang lebih banyak," ucap bapak dengan logat Padang ini.
Sudah 4 bulan Edi menjajakan helm di pinggir jalan raya Dewi Sartika, dan baru berjualan helm SNI selama 1 bulan.
Edi hanya bermodal papan untuk menaruh barang dagangan serta kayu yang cukup menopang terpal dan ditambah 2 buah lampu untuk membantu penerangan, Edi sudah
bisa menjalankan bisnisnya. Edi berjualan dari pukul 16.00 WIB sampai 23.30 WIB.
Dari tempat seadanya Edi mampu menjual helm SNI jauh lebih murah bila dibandingkan dengan harga toko. Edi mengklaim helm SNI yang dijualnya bisa lebih murah Rp 40 ribu β Rp 50 ribu.
"Barang saya bisa lebih murah hingga Rp 50 ribu bila dibandingkan helm di toko dengan merek dan tipe yang sama," tambahnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar