Penjualan Toyota di AS Mulai Pulih

Penjualan Toyota di AS Mulai Pulih

- detikOto
Kamis, 08 Apr 2010 11:33 WIB
Penjualan Toyota di AS Mulai Pulih
Detroit - Recall atau tragedi penarikan besar-besaran mobil Toyota tenyata tidak terlalu dirasakan produsen mobil asal Jepang itu. Penjualan mobil Toyota pun di beberapa negara naik pada bulan lalu.

Seperti di Amerika Serikat penjualan mobil Toyota naik sekitar 41 persen bulan lalu dari 132.802 unit menjadi 186.863 unit bila dibandingkan bulan sebelumnya, sementara di Jepang penjualan mobil Toyota terkerek juga sebesar 51 persen.

Wakil Presiden Toyota Motor Sales AS Don Esmond mengatakan hal itu terjadi karena tingginya kepercayaan pelanggan setia Toyota pada keselamatan dan kehandalan mobil-mobil Toyota selama ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menguatnya penjualan Toyota di bulan Maret karena kepercayaan masyarakat AS dengan keselamatan dan kehandalan pada mobil-mobil Toyota," ucap Don Esmond seperti dilansir AFP, Kamis (8/4/2010).

Kendati penjualan mobil-mobil Toyota naik di AS dan Jepang, Toyota tidak bisa mengelak dari tuntutan dan harus menghadapi ancaman denda sebesar US$ 16,4 juta atau sekitar Rp 148,58 miliar (dengan kurs Rp 9.051 per dolar AS) yang diajukan
pemerintah AS akibat Toyota dinilai sengaja menunda penarikan besar-besaran untuk pedal gas bermasalah.

Hingga saat ini TMC belum menyatakan apakah akan membayar denda yang diajukan pemerintah AS. Toyota masih menunggu proses penyelidikan mobil-mobil Toyota sampai final.

Badan Keselamatan Lalu Lintas Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) hingga saat ini masih terus menyelidiki recall pada mobil-mobil Toyota. Dan terus menyelidiki hingga kebenaran kasus tersebut yang telah menyebabkan korban meninggal dunia.

Sementara itu seperti dikutip New York Times, Presiden Toyota Motor Corp Akio Toyoda dalam pertemuan dengan analis Rabu kemarin merasa perusahaannya kurang melakukan komunikasi yang baik.

Dia malah menuturkan kalau Toyota sudah menjadi korban bual-bualan dari pemberitaan negatif. Namun di saat seperti itu Toyota terbantu dengan loyalitas penggunanya.

"Saat kami mengeksplorasi inti masalahnya, kami menyadari kalau masalahnya adalah komunikasi dan bukan kualitas mobil Toyota sendiri," ujarnya.


(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads