Karena itulah harus ada strategi kreatif dari semua pihak khususnya pemerintah agar kebijakan ini bisa berjalan dengan sukses salah satunya adalah dengan memberikan subsidi agar harga jual helm ber-SNI dapat lebih terjangkau lagi.
"Harga helm sekarang masih mahal sementara daya beli masyarakat belum tinggi, saya berharap dan akan mendorong pemerintah untuk memberikan subsidi untuk helm SNI ini," ujar Anggota Komisi V DPR, Abdul Hakim ketika berbincang dengan
detikOto, Kamis (1/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun di samping memberikan subsidi, aparat pun harus lebih massif lagi melakukan sosialisasi mengenai kebijakan ini, sebab di banyak tempat ternyata banyak orang yang belum mengetahui hal ini.
"Saya kemarin ke sebuah daerah dan ternyata anggota DPRD-nya juga belum tahu kalau kebijakan ini akan diimplementasikan hari ini," tandasnya.
Karena itulah DPR menurut Abdul akan mendorong semua pihak untuk mengevaluasi cara sosialisasi kebijakan agar seluruh masyarakat luas mengetahui dan paham sehingga bisa terhindar dari bahaya.
Evaluasi itu menurut Abdul bisa dilakukan di Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang kemungkinan akan terbentuk tahun 2010 ini dengan anggota Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian hingga Kepolisian.
"Di situ kita akan dorong untuk evaluasi dan menghimbau pemerintah agar lebih kreatif lagi menerapkan peraturan ini," pungkasnya.
Lebih lanjut Abdul menggambarkan cara yang paling mungkin untuk menerapkan kebijakan subsidi untuk helm SNI bisa dilakukan di lokasi tertentu atau kota tertentu dimana kondisi perekonomian rakyatnya belum tinggi.
Di lokasi atau kota itu, masyarakat punya hak untuk mendapatkan keamanan dengan menggunakan helm yang memiliki standar baik. Tapi karena keadaan ekonominya tidak mendukung, subsidi ini jadi diperlukan.
"Atau perindustrian dapat lebih kreatif lagi, misalnya dengan membuat helm yang berharga terjangkau tapi tidak menurunkan standar dan kualitasnya," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?