Hal tersebut disampaikan Menteri Transportasi AS Ray LaHood seperti dikutip Reuters, Selasa (30/3/2010).
Belum cukup dengan NASA saja, penyelidikan recall itu menurutnya akan dibantu pula oleh oleh ahli-ahli dari National Academy of Sciences.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, badan yang biasa menangani kasus recall Toyota di AS adalah badan di bawah Departemen Transportasi AS yakni National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
NHTSA masih melakukan review atas kasus pedal gas bermasalah pada mobil Toyota yang berbuntut dengan recall sekitar 8,5 juta mobil Toyota dan Lexus dalam 6 bulan terakhir ini.
NHTSA diyakini akan menyelesaikan proses reviewnya pada musim panas ini. LaHood menuturkan jika ilmuwan NASA tidak menemukan sesuatu yang dramatis selama penyelidikannya, maka proses review tidak akan mundur.
Setidaknya ada 9 ilmuwan NASA yang akan menyelidiki dari sisi elektronik, gangguan eletromagnetik,Β software integrity dan berbagai masalah lainnya.
LaHood menuturkan permintaan bantuan kepada NASA itu dipicu oleh hasil sidang Kongres AS beberapa waktu lalu.
"Kamu pernah meminta bantuan mereka sebelumnya. Kami juga sudah mendengar kalau hasil analisis mereka mungkin ada pengaruhnya," ujar LaHood ketika ditanya mengapa dirinya meminta bantuan NASA.
Jika Toyota ternyata bersalah, Toyota bisa kena denda jutaan dolar AS hingga maksimal US$ 16,4 juta atau sekitar Rp 149,6 miliar.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes