Daimler pun dituding doyan menghadiahi para pejabat itu dengan mobil mewah untuk memenangkan transaksi bisnis di negara yang bersangkutan.
Jaksa penuntut Amerika AS menuduh pembuat mobil Mercedes itu terlibat praktik suap untuk mengamankan transaksi mereka di Rusia, China, Turki, Mesir, Nigeria, Irak serta 16 negara lain antara tahun 1998 dan awal 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itulah, Daimler diharuskan untuk membayar US$ 185 juta untuk menyelesaikan tuduhan tersebut
Bila itu terjadi, maka situasinya mirip dengan kondisi Siemens dimana perusahaan tersebut setuju untuk membayar US$ 1,3 milyar untuk mengakhiri kasus korupsi di Amerika Serikat dan Jerman pada Desember silam.
Kasus ini muncul karena banyak transaksi pada tahun 1998 sampai awal tahun 2008 yang terendus melibatkan ratusan pembayaran senilai puluhan juta dolar untuk pejabat asing dengan imbalan kontrak bernilai ratusan juta dolar.
Sebagai contoh dalam satu kasus, Daimler memberikan seorang pejabat Turkmenistan sebuah mobil Mercedes mobil lapis baja yang bernilai lebih dari 300.000 euro pada hari ulang tahunnya di bulan Februari 2000. Padahal saat itu Daimler sedang bernegosiasi untuk menjual puluhan kendaraan kepada pemerintah Turkmenistan.
Sementara itu seorang pejabat Liberia pun pernah merasakan hal yang sama pada tahun 1999 dengan diberi sebuah mobil lapis baja senilai 267.000 euro sebagai bagian dari kesepakatan menjual truk untuk operasi penebangan disana.
"Dalam beberapa kasus, Daimler melakukan pembayaran yang tidak tepat ke rekening bank Amerika atau rekening bank asing dalam rangka mengirim uang suap," tulis dokumen pengadilan, seperti detikOto kutip dari Reuters, Kamis (25/3/2010).
Pengadilan kasus ini rencananya akan dimulai pada 1 April 2010 nanti.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!