termasuk di Indonesia.
Kekhawatiran itu cukup beralasan, karena kini volume penjualan Volvo di berbagai negara seolah menemui stagnasi dan tidak berkembang. Namun ternyata kekhawatiran itu tidaklah terjadi.
"Geely tidak akan 'mengganggu' manajemen Volvo yang ada di berbagai negara termasuk di Indonesia, masuknya Geely tidak berpengaruh pada kita yang ada di Indonesia. Tenang saja," ungkap Chief Executive Officer (CEO) PT Indobuana Autoraya, Paulus B.
Suranto yang merupakan ATPM Volvo, di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita (Volvo) hanya akan sharing teknologi. Teknologi Volvo nantinya akan banyak digunakan di mobil-mobil Geely. Tapi Volvo tetaplah Volvo siapa pun pemiliknya," jelas Paulus.
Jadi menurut Paulus tidaklah ada alasan untuk mengkhawatirkan hal tersebut. Volvo menurut Paulus akan tetap menjadi sebuah merek premium dengan kualitas yang juga premium walaupun sahamnya sebagian dimiliki perusahaan China.
"Standar kita baik itu dalam kualitas produk dan sistem kerja sudah baku. Sekarang kita hanya sedang konsolidasi agar ekspansi Volvo terus berkembang di industri global," ujar Paulus.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta