Motor Eropa Tidak Boleh Punya Tenaga Besar!

Motor Eropa Tidak Boleh Punya Tenaga Besar!

- detikOto
Minggu, 14 Mar 2010 12:39 WIB
Motor Eropa Tidak Boleh Punya Tenaga Besar!
Jakarta - Persatuan negara-negara Eropa alias Uni Eropa di musim panas mendatang akan segera mengesahkan peraturan yang cukup kontroversional.

Bukan apa-apa, Uni Eropa mengusulkan agar semua motor yang diproduksi dan beredar di wilayah Uni Eropa tidak boleh berkekuatan lebih dari 100 bhp (74 kW) saja.

Peraturan ini diusulkan untuk menekan angka kecelakaan yang ditenggarai banyak terjadi akibat motor-motor yang beredar memiliki kekuatan yang kelewat besar untuk ukuran motor jalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini tentu bagaikan mimpi buruk di siang bolong bagi beberapa pabrikan motor yang memang sudah sarat dengan kekuatan, seperti Ducati misalnya.

"Ini menciptakan situasi di mana sepeda motor di atas 74 kW [100bhp] bisa saja disetujui di satu negara tapi ditolak di negara lain. Situasi seperti ini tentu tidak sesuai dengan semangat pasar internal (Eropa)," ujar seorang juru bicara Motor Cycle Action Group (MAG) seperti detikOto kutip dari MotorcycleNews, Minggu (14/3/2010).

Dan bila jadi disahkan, peraturan yang sudah diterapkan di Prancis ini tentu akan mengikat seluruh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa.

Karena selain bertujuan untuk mengurangi kecelakaan, peraturan pembatasan kekuatan kendaraan ini pun diajukan untuk menyelaraskan peraturan megenai kekuatan motor setiap negara angota.

Tapi bagusnya, selain mengusulkan untuk membatasi kekuatan sebuah motor yang diproduksi massal, UniΒ  Eropa pun kemungkinan juga akan mempertimbangkan untuk membuat peraturan tentang pengaplikasian ABS (Antilock brake system) untuk semua motor baru.

"Batas 100 bhp akan kembali menjadi agenda pembicaraan EU sebagai bagian dari peraturan baru termasuk mewajibkan penggunaan ABS," ujarnya.

Namun hal-hal tadi tentu saja menjadi suatu kontroversi. Banyak pihak menentang argumen Uni Eropa yang mengatakan kekuatan motor menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan di Eropa.

"Di sisi lain, muncul studi-studi khusus yang menjelaskan bahwa hubungan antara kekuatan mesin dan meningkatnya keselamatan tidak dapat dibuktikan. Berdasarkan hal ini, Komisi bermaksud untuk mengajukan harmonisasi peraturan uni Eropa dengan hal tersebut." (syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads