Sebagian besar orang, mungkin melihat ini hanya sebagai teknik pemasaran yang cerdas untuk mempromosikan mobil di belakang derita recall Toyota, namun sekelompok lain tidak terlalu senang dengan kampanye pemasaran seperti ini.
Soalnya, diler Toyota telah menduga bahwa dana pembayar pajak Amerika yang digunakan untuk dana insentif ini. Apalagi setelah mengetahui 60 persen saham GM dipegang oleh pemerintah Amerika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, diler-diler Toyota tersebut tetap tidak mau merubah anggapannya. Penggunaan dana pajak untuk mendanai taktik yang tidak adil sengaja dilakukan untuk melemahkan bisnis mereka.
"Diler Toyota di seluruh negeri adalah pemilik bisnis yang merangsang ekonomi lokal dan membayar pajak kepada pemerintah," kata Presiden Toyota National Dealer Council, Paul Atkinson, dalam rilis resminya, Rabu (10/3/2010)
Toyota National Dealer Council yang mewakili sekitar 1.250 diler Toyota di seluruh Amerika Serikat, mengklaim bahwa penggunaan dana pajak untuk tujuan ini adalah sembrono, tidak adil dan merugikan seluruh industri otomotif.
"Membuat saya dan diler-diler Toyota lainnya merasa, kami membayar pajak hanya untuk meruntuhkan bisnis kami sendiri," tambahnya.
Sudah saatnya bagi pemerintah Amerika untuk menghentikan insentif pendanaan dari pajak yang bisa menjadi pemangsa bisnis lain ini, yang juga bisa mencegah sesama warga Amerika melakukan bisnis dengan Toyota.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?