Namun, sebagai rasa tanggung jawab membuat dirinya tidak mau mundur dari jabatan presiden Toyota, meskipun telah menerima berbagai tekanan, khususnya dari Kongres Amerika yang marah besar terhadap Toyota.
Setelah di Amerika, kemarin di China, seperti adat orang Jepang umumnya, sebagai ungkapan maafnya ia pun membungkukkan diri meminta maaf dihadapan ratusan wartawan yang berkumpul di Hotel Beijing, Senin 1 Maret 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyoda melakukan hal tersebut karena memang China dianggap sebagai pasar yang penting, apalagi ketika dirinya pun pernah memimpin operasional Toyota di China. "Kita sudah lama melihat China sebagai pasar yang penting," ujarnya.
Karenanya kemudian, ia mengatakan tidak akan mengundurkan diri karena ia
merasakan berkewajiban untuk melakukan reformasi di Toyota, yang katanya mungkin telah terlalu fokus pada mengejar keuntungan.
"Kami berharap untuk mendapatkan kembali kepercayaan konsumen di China dengan menangani recall secepat mungkin," kata Toyoda.
Di China, Toyota telah menarik kembali lebih dari 75.000 mobil Toyota RAV4 buatan China karena pedal gas yang bermasalah. Pengawas Keamanan Produk China minggu lalu juga akan memeriksa Toyota Tundra, Camry dan Corolla untuk kemungkinan cacat produksi.
(bgj/ddn)











































Komentar Terbanyak
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE