AS Makin Anti SMS Sambil Nyetir

AS Makin Anti SMS Sambil Nyetir

- detikOto
Rabu, 24 Feb 2010 12:57 WIB
AS Makin Anti SMS Sambil Nyetir
Jakarta - Hampir semua orang sepakat bahwa menyetir sambil sms-an adalah sebuah tindakan berbahaya yang patut dilarang. Bukan apa-apa, di tahun 2008 saja telah ada 6.000 orang meninggal dunia akibat menyetir sambil ber-SMS dan 500.000 orang lain terluka.

Seperti dikutip CNN, Rabu (23/2/2010) Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS atau The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menilai perlu adanya kesadaran dan peraturan khusus yang mengatur hal tersebut.

Di Amerika sana, sudah 19 negara bagian yang telah memiliki peraturan anti-SMS sementara tujuh negara lain telah melarang penggunaan perangkat telpon genggam saat berkendara. Pemerintah federal sendiri saat ini telah melarang para PNS sms-an ketika mengoperasikan kendaraan milik pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pelaku SMS sambil berkendara sangat mungkin akan menghadapi tuntutan kejahatan bila terbukti lalai mengemudikan kendaraan mereka karena terlalu konsentrasi ke telpon genggam. Sebab sms-an ketika berkendara dipercaya mampu mengganggu tiga hal dasar yakni fungsi visual, manual, dan kognitif manusia.

Dan yang lebih menyedihkan, menurut penelitian NHTSA, yang sering kali ber-SMS ria ketika mengemudi adalah para pengemudi yang berusia dibawah 20 tahun.

Ada usulan yang menginginkan para pengemudi yang tertangkap saat mengemudi
texting menghadapi denda minimal US$ 75 atau sekitar Rp 695 ribuan. Sementara pengemudi kendaraan komersial didenda dengan angka yang lebih besar lagi yakni US$ 2.750 atau sekitar Rp 25,5 jutaan.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads