premium, yakni PCX, nampaknya ditanggapi dingin oleh rival abadnya, Yamaha.
Yamaha mengaku tidak tertarik untuk mengeluarkan varian motor sejenis meskipun sebenarnya PCX dapat dilawan dengan Yamaha Majesty yang mereka punyai.
"Kami tidak tertarik, biar Honda saja yang main," ujar Presiden Komisaris PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Yoshiteru Takahashi di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dengan kondisi jalanan Jakarta serta Indonesia yang masih seperti
sekarang ini, saya rasa skutik bongsor belum cocok untuk digunakan karena sulit bermanuver," jelasnya.
Skutik-skutik besar seperti Yamaha Majesty atau Honda PCX itu menurut Takahashi lebih cocok untuk digunakan di jalan yang sudah mulus dan tidak terkendala masalah kemacetan.
"Di situasi seperti ini, skutik kecil lebih Mio akan lebih memudahkan pengendara," tandasnya.
Sebelumnya beredar kabar kalau AHM yang menjadi produsen motor Honda di
Indonesia berniat memasukkan PCX yang sudah dipastikan akan diluncurkan di
Thailand dan memang sudah diproyeksi akan mengisi pasar skutik di negara-negara ASEAN.
PCX yang menggendong mesin berkapasitas 125 cc dengan satu silinder yang
dilengkapi fitur ECE 40 Mode cycle ini pun memiliki segudang fitur modern
seperti idling stop system yang merupakan teknologi yang dapat membuat mesin PCX mati saat motor ini berhenti dalam waktu lama seperti di lampu merah misalnya.
Berarti bila Yamaha tidak mau ikut bermain di segmen skutik premium, PCX tentu akan melaju sendirian. "Biarlah Honda saja, kami main di skutik kecil seperti Mio saja," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih