Angka yang cukup fantastis mengingat jumlah mobil yang harus diperbaiki mencapai 437.763 unit. Mobil yang ditarik itu adalah mobil-mobil seperti Accord, Civic, Honda CR-V dan Odyssey yang menggunakan SRS Airbag Model Inflator Dual IgniterΒ-Type.
Hal tersebut disampaikan Chief Financial Officer Honda Yoichi Hojo seperti dikutip Reuters, Kamis (11/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airbag itu dibuat oleh Takata Corp di AS. Hojo menuturkan pihaknya akan meminta kompesansi ke Takata terkait hal tersebut.
Recall berlaku untuk model lama yakni model Accord, Civic, Odyssey, CR-V, Pilot Acura TL, CL keluaran tahun 2001 dan 2002.
Sementara yang ditarik di Jepang adalah Inspire, Saber dan Lagreat. Semua mobil dibuat di pabrik Honda Amerika dan Kanada.
Inflator airbag diduga menghasilkan tekanan yang terlalu besar sehingga menyebabkan penutup airbag pecah dan berpotensi membuat pengguna mobil terluka. Dilaporkan sedikitnya ada 12 kasus airbag di AS. Namun di luar AS Honda mengakui belum ada kecelakaan yang terkait dengan kasus ini.
Sementara itu Honda di Indonesia menegaskan pihaknya tidak akan melakukan recall atas mobil-mobil tersebut.
Mobil Honda yang diproduksi di Indonesia menggunakan komponen SRS Airbag yang memiliki desain dan spesifikasi yang berbeda dengan produksi luar negeri.
Airbag Honda di Indonesia menggunakan Single Igniter Type yang berbeda dengan Dual IgniterΒ-Type yang teridentifikasi dalam program recall di luar negeri.
"Konsumen Indonesia tidak perlu khawatir terhadap mobil sejenis yang teridentifikasi recall di luar negeri, karena telah dipastikan oleh Honda Motor Co. bahwa Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang melakukan recall karena menggunakan inflator yang memiliki desain serta spesifikasi yang berbeda," ujar Marketing and Sales Service Director Honda Prospect Motor Jonfis Fandy.
(ddn/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!