Bahan komposit dan serat karbon dipilih, dengan penelitian yang menitikberatkan pada pengurangan bobot mobil dengan pengaplikasian bahan komposit dan serat karbon tersebut.
Selanjutnya, fokus bertuju pada peningkatan pembakaran ruang mesin, yang dilengkapi dengan upaya peengurangan gesekan dengan pengaplikasi teknologi start dan stop sistem dan juga teknologi hybrid serta biofuel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari rilis yang diterima detikOto, Kamis (4/2/2010) hal itu telah dicapai tanpa mempengaruhi kinerja mobil, berkat perbaikan yang menakjubkan dari rasio daya terhadap bobot mobil.
Selain itu, penelitian bersama dengan Boeing untuk memproduksi bahan-bahan baru dalam pembuatan mobil bulan Desember lalu, di Seattle, sehingga Lamborghini meluncurkan 'Advanced Composite Laboratorium Struktur'.
Fasilitas tersebut merupakan keputusan perusahaan untuk berinvestasi dalam teknologi baru berdasarkan serat karbon, dengan bantuan dari Universitas Washington dan Boeing Company.
Serat karbon sangat ideal untuk pembuatan mobil sport, yang penggunaannya memungkinkan penurunan bobot mobil dan meningkatkan fitur mekanik. Performa mobil dengan demikian diperbaiki dengan penurunan power-weight rasio dan mengurangi total massa, berarti bahwa emisi CO2 juga menurun.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026