Penjualan Toyota di Amerika Serikat pada Januari lalu turun hingga 16 persen atau dibawah 100.000 kendaraan dan hal ini merupakan kejadian yang pertama kali selama lebih dari satu dekade ini.
Hal tersebut sangat bertentangan dengan kenyataan bahwa secara keseluruhan penjualan mobil di negeri paman Sam sudah naik 6 persen dari tahun sebelumnya yang didukung oleh pembelian besar-besaran dari perusahaan rental mobil setelah tahun lalu terkena kredit yang ketat dan dampak krisis ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan Ford sepertinya yang paling menikmati kejatuhan Toyota ini. Karena di januari lalu, penjalan mereka naik hingga 24 persen, sedangkan GM naik 14 persen.
"Penjualan dan market share otomotif adalah sebuah balapan berkecepatan tinggi dan jika anda terjebak di gravel, anda akan terlewati dengan cepat, dan pada dasarnya itulah yang terjadi pada Toyota. Sekarang kita harus mencari tahu berapa lama waktu yang mereka habiskan untuk kembali ke lintasan," ujar analis ekonomi Erich Merkle seperti detikOto kutip dari Reuters, Rabu (3/1/2010).
Selain Ford dan GM yang merupakan pabrikan tuan rumah, pabrikan Asia seperti Hyundai dan Nissan juga merupakan yang paling bersyukur atas kejatuhan Toyota ini. Sebab dengan kejatuhan nama Toyota tersebut, penjualan keduanya bisa naik dengan cukup signnifikan.
Penjualan Hyundai di pasar mobil Amerika pada bulan Januari lalu naik sekitar 24 persen, begitu pula Nissan yang juga naik sekitar 16 persen.
Namun tidak semuanya memperoleh hasil menggembirakan ketika kejatuhan Toyota ini. Sebab Chrysler dan Honda ternyata tidak mampu memanfaatkan momentum itu dan malah turun penjualannya. Honda turun sekitar 5 persen sedangkan Chrysler meneruskan 'tradisi' dimana selama 25 bulan terakhir mereka selalu turun penjualannya.
Dari hasil tersebut GM dan Ford akhirnya menggusur Toyota sebagai pabrikan mobil terlaris di Amerika. Keduanya masing-masing meraih pasar sekitar 29 persen dan 16 persen diatas Toyota yang hanya sekitar 14 persen saja.
Penjualan Toyota di Amerika sendiri saat ini memang sedang sekarat. Terlebih 8 dari 19 model yang dijualnya di Amerika harus dihentikan penjualannya. Padahal 8 model tersebut merupakan penyumbang penjualan terbanyak yakni hingga 60 persen dari total penjualan Toyota.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!