Padahal negara-negara di kawasan tersebut ekonominya tidaklah lebih baik dari Indonesia yang hingga saat ini masih bergelut di standar emisi Euro 2.
"Negara-negara di Amerika Latin dan kawasan Ocenia sudah minta mobil berstandar Euro 4 lho," ujar Overseas Sales & Marketing Section Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Bebin Djuana di Jakarta, Kamis (28/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan menurut Bebin di negara-negara Amerika Latin malah sudah meminta sebuah mesin yang mampu meminum maksimal 8 persen alkohol.
"Jadi negara-negara itu mau menggunakan alkohol sebagai peningkat oktan, mereka kepikiran saja ya, padahal negara kita belum kemana-mana nih," ujarnya.
Sebenarnya agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil di Indonesia menurut Bebin tidaklah terlalu sulit bila harus menyediakan mobil-mobil dengan standar emisi Euro 4, karena di negara asal semua pabrikan memang sudah memiliki mobil dengan standar itu.
Tapi yang jadi masalah adalah sarana dan prasarana untuk menunjang itu semua. Sebab tanpa prasarana seperti SPBU dengan bahan bakar yang sesuai dengan standar Euro 4 di seluruh Indonesia, teknologi itu dianggap akan percuma.
"Kalau pemerintah mau, saya yakin seluruh ATPM sanggup, paling juga 3 bulan siapkan komponen untuk Euro 4, tapi masalahnya, sanggup tidak pemerintah siapkan prasarananya di seluruh Indonesia. Jangan sampai ada anak Jakarta yang mau kuliah di Medan misalnya, terus bawa mobilnya dari Jakarta, eh di Medan mesin mobil itu malah ngelitik," paparnya.
Pemerintah sendiri menargetkan 2012 mendatang seluruh mobil yang dijual di Indonesia dapat memenuhi stanadr emisi Euro 4.
Namun Pertamina sebagai penyalur bahan bakar paling dominan di negeri ini mengaku tidak sanggup dan hanya menyanggupi meningkatkan SPBU dengan standar bensin Euro 4 di seluruh Indonesia paling cepat pada 2020 mendatang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Kenapa SIM Mati Telat Sehari Harus Bikin Baru?
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Sudah Ditolak tapi BGN Bisa Beli Motor Listrik? Purbaya Akui Kebobolan