Hal itu diungkapkan Koordinator RUSNAS Engine (Riset Unggulan Strategis Nasional) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Nyoman Jujur ketika dikunjungi detikOto di BPPT Jalan Sudirman, Jakarta.
"Pemerintah harus mendukung mobil nasional, sementara industri otomotif lokal sudah sangat sempurna sekali," tutur Nyoman.
Menurutnya desain mobil hingga pencetakan serta teknologi pencetakan blok mesin di Indonesia sudah semakin sempurna karena ditunjang dengan teknologi yang mumpuni untuk membuat mobil sendiri. Salah satu contoh pabrik mesin di Tegal, Jawa Tengah yang hingga saat ini menjadi acuan BPPT.
"Pencetakan mesin disana sudah semakin sempurna, dan kualitasnya juga bisa diacungi jempol," ucapnya.
Sementara jika itu mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah maka mobil nasional lambat laun akan semakin memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
"Semua butuh peranan pemerintah, mengapa itu tidak dikembangkan. Dan untuk materialnya juga sangat mudah dan tidak sulit untuk dikejar. Tinggal dukungan dan peranan internal lainnya untuk mewujudkan mobil nasional," tambahnya. (ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas