Chavez Mengancam, Ford Kebingungan

Chavez Mengancam, Ford Kebingungan

- detikOto
Sabtu, 16 Jan 2010 17:02 WIB
Chavez Mengancam, Ford Kebingungan
Jakarta - Pemimpin sosialis Venezuela kembali membuat gerakan, setelah sebelumnya mengancam menasionalisasi Toyota yang tidak mau mentransfer teknologinya ke masyarakat Venezuela, kini Hugo Chavez kembali membuat gebrakan.

Chavez kemarin mendevaluasi mata uang mereka dengan cara meningkatkan nilai mata uang mereka dari 2,15 per dolar menjadi 4,3 per dolar dalam upaya untuk memperkuat keuangan pemerintah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Meningkatnya nilai mata uang tersebut tentu membawa banyak efek, salah satu yang negatif adalah meningkatnya harga-harga mengikuti peningakatan nilai mata uang Venezuela tersebut. Meski begitu, Chavez tidak mengizinkan perusahaan-perusahaan asing untuk menaikan harga dan bila ada yang bandel melakukannya ancaman pun sudah disiapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut tentu membuat bingung para pelaku industri, seperti pabrikan mobil Amerika, Ford misalnya, karena kebijakan itu dinilai akan membuat perusahaan berkurang labanya.

"Devaluasi menjadi perhatian. Ini memiliki dampak langsung pada bisnis kami. Mereka telah mengancam akan mengirimkan pasukan jika setiap perusahaan menaikkan harga," ungkap global head of marketing, sales and service Ford Jim Farley seperti detikOto kutip dari Detroit News, Sabtu (16/1/2010).

Venezuela sendiri dimata Ford merupakan pasar yang sangat potensial dan penting yang berguna untuk menghasilkan laba bagi perusahaan.

Ford pun kini sudah memiliki pabrik di kota Valencia yang mereka gunakan untuk memproduksi Explorers, Ford Fiesta serta F-350 pickup. Pabrik memiliki luas hampir 500.000 kaki persegi dan mempekerjakan sekitar 2.000 orang. Kendaraan yang diproduksi di pabrik ini pun juga ekspor ke negara-negara lain di Amerika Latin.

"Tahun lalu, Venezuela adalah pasar yang sangat penting bagi kami. Kami telah melakukan modal di sana," ujar Jim.

Jim sekarang hanya bisa berharap pemerintahan Venezuela dibawah kendali Chavez tidak mewujudkan atau memberikan ancaman.

"Bukankah waktunya untuk berbicara tentang pemulangan aset dan hal seperti itu berlalu? Tapi Aku tidak suka melihat hal itu terjadi. Saya rasa pemerintah Venezuela semakin cukup cerdas tentang investasi asing sekarang," harap Jim.

Chavez sendiri memang terkenal keras pada setiap perusahaan asing yang beroperasi di negaranya. Sebagai contoh, ketika baru saja terpilih pada tahun 1998, Chavez langsung menasionalisasi kilang minyak asing yang ada.

Dan bulan lalu, Chavez membuat sebuah pidato yang khusus ditujukan kepada Toyota Motor Corp, ia mengancam akan mengusir pabrikan mobil yang mengabaikan permintaan untuk berbagi teknologi dengan negaranya. (syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads