Bahkan, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melalui ketuanya langsung, Gunadi Shinduwinata, pun ikut angkat komentar. Menurutnya, perubahan tersebut tidak mudah dan secepat membalikan telapak tangan.
"Perubahan tersebut kan tidak mudah, butuh proses panjang dan biaya yang mahal," ujarnya ketika berbincang dengan detikOto, Selasa (12/11/2010)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ATPM bisa-bisa saja mengganti switch lampu tersebut, namun pastinya dengan konsekuensi biaya produksi menjadi lebih mahal. Karena mengganti kelistrikan, bukan seperti mengganti komponen bodi saja.
"Nanti kalau harga motor jadi naik, pada ribut lagi," ujarnya.
Gunadi pun menambahkan sebenarnya tidak masalah lampu menyala siang hari, selama mesin
motor terus hidup. Aki tidak bakal cepat kedodoran.
"Karena kan, selama mesin hidup, aki direcharge melalui spul yang terdapat pada motor," ujarnya.
Justru, ketika lampu dibuat menyala secara otomatis ketika mesin motor dihidupkan, itu yang bisa bermasalah. Energi yang dibutuhkan bakal lebih banyak dari biasanya, aki bakal kedodoran.
"Mesin distater dan lampu menyala bersamaan, itu baru bermasalah, energinya jadi
dobel," ungkap Gunadi.
Dan spesifikasi motor-motor di Indonesia tidak akan sanggup untuk meladeni hal
tersebut. (rata-rata Aki motor bebek Indonesia 12 Volt) "Kecuali kalau moge yang
memang baterainya juga memiliki daya yang besar," ujar Gunadi.
Bagaimana menurut Anda? Salah satu pembaca detikOto mengeluhkan aturan lampu di siang hari.
"iya tuh aturan ga bermanfaat,coba pikir deh klo cuma untuk keselamatan mana mungkin,klo namanya ud kena celaka kan bukan dari depan aj klo diseruduk dari belakang gimana?,masa dibelakang jg mau dikasih lampu yg terang biar kelihan gitu!!!!," tulis Ariep AP dalam email yang diterima redaksi.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?