manis, sebab bila sebuah pabrikan tidak siap menghadapi tingginya permintaan
pasar, bukan tidak mungkin pabrikan tersebut akan terdepak.
Hal itulah yang saat ini terjadi pabrikan mobil asal Jepang, Daihatsu yang mulai
tahun 2010 ini terpaksa harus hengkang dari China.
Seperti dikutip di situs resmi, Senin (11/1/2011), Daihatsu yang merupakan salah satu pemain awal di bisnis mobil di negeri Panda tersebut mengumumkan penarikan dirinya dari sebuah perusahaan joint venture dengan FAW Jilin Automobile Co,
Ltd.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketidak-beruntungan Daihatsu itu bermula dari rendahnya penjualan Daihatsu dan
minimnya produk yang ditawarkan di pasar mobil terbesar di dunia itu.
Dari Januari hingga Desember 2008 saja contohnya, walaupun Daihatsu berhasil
menjual 1.033 juta kendaraan, dengan pertumbuhan 4 persen dari tahun sebelumnya.
Namun laba bersih perusahaan ternyata telah mengalami penurunan pertama dalam
enam tahun terakhir.
Terlebih Xenia, satu-satunya model yang telah dibuat di China ternyata juga hampir tidak memiliki kinerja yang memuaskan.
Namun begitu, pabrikan tersebut berjanji masih akan melanjutkan perjanjian lisensi dengan mitra mereka dari China untuk mengembangkan teknologi bersama seperti pada mesin dan gearbox. Mobil Daihatsu seperti Xenia nantinya akan dikembangkan oleh FAW. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun