Soalnya pasar mobil bermesin ganda itu kurang menunjukan geliat di pasar mobil nasional.
Hal itu diungkapkan Direktur Marketing HPM, Jonfis Fandi ketika berbincang dengan detikOto, Jumat (8/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonfis pun berkilah karena konsumen Indonesia kurang tertarik dengan mobil hybrid dengan alasan mahal, yang akhirnya membuat pasar mobil berteknologi mesin ganda itu tidak berkembang.
Untuk itu sangat wajar jika Honda tidak mencoba meluncurkan mobil hybrid lagi. Pemikiran sederhananya adalah peminat sangat sedikit karena sangat mahal.
"Masyarakat kita lebih memilih mobil dengan mesin konvensional ketimbang mobil hybrid. Karena mobil hybrid sangat mahal dan tidak value for money dan harganya juga jauh sekali dengan mobil biasa. Beli 1 hybrid bisa dapat 2 mobil," ucap Jonfis.
Selain itu salah satu kendala mengapa Honda tidak berniat meluncurkan hybrid adalah teknologinya yang tidak terjangkau oleh konsumen Indonesia. "Selain mahal, teknologi Hibrid juga tidak banyak diketahui oleh konsumen Indonesia. Yang akhirnya pasarnya sangat kecil," tandasnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans