Pasalnya mobnas yang dikembangkan saat ini seperti GEA, Arina, Esemka, Tawon belum bisa menandingi produsen mobil luar. Dan untuk menandinginya, industri otomotif dalam negeri membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Hal itu diungkapkan anggota Asosiasi Desainer Produk Indonesia, Aloysius Baskoro Junianto kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya tidak ada Mobnas sebaik Maleo yang berkapasitas 1.000 cc. "Dari segi teknologi mesin Maleo terbaik dibandingkan mobnas saat ini. Dan untuk mencapai ke Maleo, Mobnas-mobnas itu perlu di research dan didevelopment terdahulu," imbuh Baskoro.
Penelitan dan pengembangan itu untuk mengetahui seefektif apa mobnas-mobnas yang dibuat oleh industri lokal dan anak-anak STM di Indonesia itu. "Dan itu sifatnya mendetail. Seperti tingkat efisiensi BBM dan kualitas produknya. Dan itu semua butuh waktu. Dan dukungan dari pemerintah RI," cetusnya.
Mobnas Maleo adalah mobnas yang projeknya harus terhenti di 1996 dikarenakan kebijakan politik RI yang tidak mendukung. Maleo adalah hasil garap IPTN yang mulai dikembangkan di 1993.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas