Hal itu diungkapkan anggota Asosiasi Desainer Produk Indonesia, Aloysius Baskoro Junianto kepada detikOto di sela-sela acara Nissan Design Square (NDS) di Universitas Pelita Harapan, Tangerang (3/12/2209).
"Mobnas sebenarnya agak susah berkembang di Indonesia," kata Baskoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak adanya dukungan politik pemerintah ini terlihat sejak adanya mobil nasional Maleo pada 1993.
Baskoro mengakui RI kurang simpatik dengan mobnas Maleo yang bertenaga 1.000 cc. Padahal Maleo jelas Baskoro waktu itu sudah cukup baik untuk menjadi mobil nasional.
"Apa yang kurang dari Maleo, dari teknologi Maleo sudah baik. Dan tinggal dikembangkan saja di 1996. Eh malah harus dihentikan di 1996 dan digantikan dengan Timor yang jelas-jelas bukan mobil nasional. Mana, itu berarti pemerintah tidak serius," tandasnya.
Saat ini Indonesia memiliki mobil nasional GEA, Arina, Tawon dan beberapa merek
lainnya. Dan menanggapi hal itu, Baskoro tetap saja pesimis. "Saya tidak yakin itu akan berkembang," cetusnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?