General Motor (GM) yang menjadi induk Chevrolet mengumumkan akan segera memproduksi mobil ini pada tahun 2010 mendatang, karena di tahun 2009 ini Volt telah selesai diuji di berbagai kondisi.
GM bahkan telah mengatakan bahwa mereka telah membangun 80 unit Volt dan mobil tersebut telah melalui sekitar 250.000 mil pengujian jalanan beberapa di antaranya bahkan berlangsung di bawah panas matahari yang ekstrim dan tinggi, seperti di Death Valley, California dan Pike's Peak, Colorado.
Compact Power Inc yang menjadi penyuplai baterai Volt sendiri telah membangun 300 unit baterai dan laboratorium GM Global Battery Systems juga telah berhasil mengumpulkan data pelanggan lebih dari 300.000 mil. Jadi produksi massal memang tampaknya menuju ke arah yang benar.
"Ini waktu yang penting bagi Volt. mobil berikutnya dan baterai akan diproduksi di dalam fasilitas produksi GM biasa," ungkap chief engineer Andrew Farah seperti detikOto kutip dari autoevolution, Kamis (26/11/2009).
Produksi awal Volt rencananya akan dimulai pada akhir tahun 2010 mendatang dan akan dilangsungkan di pabrik perakitan Detroit-Hamtramck assembly plant, sementara baterainya akan diproduksi di Brownstown Battery Assembly Plant di selatan Detroit.
"Ini seperti yang kita rencanakan, jadwal kita untuk memulai produksi reguler Chevrolet Volt adalah tepat satu tahun dari sekarang - akhir 2010. Dan kami yakin dengan berbagai tes pengembangan program yang telah kami lakukan tahun ini," ujar Farah.
Sebelum masuk ke produksi massal, Volt sendiri merupakan salah satu mobil listrik paling ditunggu di dunia tidak hanya karena modelnya yang menawan tapi juga karena kemampuan mengerangi emisi melalui teknologi listriknya juga mengagumkan.
Volt juga sudah diuji untuk permukaan berjalan di permukaan jalan yang kasar dan berlubang, korosi dan tes kecelakaan agar sisi safety kendaraan makin meyakinkan.
Hmm, ada kemungkinan masuk Indonesia ga ya??
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS