"Dia (EV-ITS) itu akan sulit berkembang jika tidak bekerjasama dengan produsen mobil di Indonesia," kata pengamat otomotif dalam negeri Suhari Sargo ketika dihubungi detikOto, Senin (23/11/2009)..
Bukannya pesimis lanjut Suhari tapi faktanya seperti mobil buatan SMK yang seperti mati di tengah jalan. "Seperti mobil buatan anak SMK sekarang kemana, ngak ada kabarnya lagi kan," tanya Suhari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kerjasama maka dapat membuat mobil listrik yang sangat kompetitif dari dalam negeri seperi produsen mobil lainnya toh," harap Suhari.
Sementara paling tidak Suhari menjelaskan mobil listrik dalam negeri dapat mengadopsi teknologi listrik terbaru bukan yang konvensional seperti yang dikembangkan di Surabaya itu.
"Mengapa tidak kalau ada perusahaan yang berminat, paling tidak mobil EV-ITS dapat menggunakan teknologi mesin listrik terbaru seperti mobil listrik lainnya," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan