Apakah uji emisi itu akan efektif mengurangi pencemaran udara di lingkungan Jakarta yang semakin pengap dan kotor? Tentunya kita harapkan kebijakan itu bisa sedikit mengurangi polutan yang mengotori udara Jakarta.
Namun sayangnya, aturan uji emisi belum lah didukung dengan pelaksanaan yang sempurna di lapangan. Bengkel yang biasa melakukan uji emisi pun kalang kabut karena stiker yang merupakan bukti uji emisi pun sulit didapatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini membuat pengendara mobil lain yang belum melakukan uji emisi mobilnya menunggu untuk melakukan uji emisi. Mereka malas melakukan uji emisi di bengkel.
Kalaupun lolos toh tak memperoleh stiker yang merupakan syarat lolos mobil dari tilang yang nantinya akan diberlakukan. Jadi daripada kerja dua kali mending tunggu stikernya tersedia, begitu yang ada di pikiran mereka.
Selain uji emisi kendaraan untuk mengurangi polusi, sebenarnya banyak ikhtiar yang bisa dilakukan pemerintah.
Jadi ada satu benang merah yang bisa diambil dari sini. Makin sumpeknya Jakarta karena bejibunnya jumlah kendaraan yang berseliweran tiap harinya berpangkal dari satu hal.
Yakni tidak ada transportasi massal yang layak dipakai di Jakarta. Padahal Jakarta sebagai kota metropolitan harusnya minimal mempunyai satu sarana moda transportasi massal, seperti jalur kereta bawah tanah subway.
Kita ambil contoh di Jepang. Di sana, jaringan kereta dari ibukota Jepang, Tokyo sudah sangat komplet dan menjangkau beberapa daerah di Jepang. Masyakarakat pun senang menggunakan kereta dan malah stasiun menjadikan salah satu pusat ekonomi Jepang. Di stasiun tumbuh berbagai gedung fasilitas pusat perbelanjaan, hotel dan lain-lain.
Bagaimana dengan jumlah kendaraan bermotornya di sana? Jumlah mobil di Jepang jauh lebih banyak dibanding Indonesia, namun toh udara di Jepang tetap segar dan lebih minim polusi.
Jepang sempat mengalami polusi berat akibat industrialisasi pada tahun 1970an. Namun berkat kebijakan ramah lingkungan yang diambil pemerintah Jepang, seperti menyarankan masyarakat untuk menggunakan kereta listrik yang lebih bersih dan bebas polusi ketimbang memakai pesawat, udara Jepang seperti di kota Tokyo relatif bersih.
Mobil-mobil berusia tua pun dibatasi. Kalau perlu mobil berumur 5 tahun 'dibuang' dan diganti dengan yang baru.
Mobil-mobil ramah lingkungan seperti hybrid dan listrik diberi insentif bebas pajak sehingga mobil yang beredar di jalanan pun lebih banyak mobil yang ramah lingkungan.
Jadi kapan kita bisa seperti Jepang ya? (ddn/tbs)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi