Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan Danusasmita ketika ditemui di sela-sela Tokyo Motor Show pekan lalu.
"(Mobil murah) Itu ide bagus, terobosan, tapi itu tidak gampang karena harga steel naik. Mungkin ada tahapan-tahapan yang kita pikirkan bagaimana ada mobil low costΒ ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Toyota akan ikut di low cost car, cuma kita sedang mengkaji akan turun dengan siapa di grup (Astra). Toyota akan mengambil peranan tapi bentuknya. Tapi keluar produknya apa belum tahu," ujarnya.
Rekan TAM di Astra Group yang akan diajak menggarap mobil murah adalah Hino, Daihatsu dan Isuzu. Nantinya mobil murah ini juga akan dilempar ke pasar ASEAN.
"Yang sedang dikaji adalah mengumpulkan bagian-bagian dari anggota grup, Hino, Daihatsu, Isuzu, Toyota, yang murah untuk membuat mobil baru. Nantinya akan dikolaborasikan untuk menciptakan produk yang diterima pasar di sini dan ASEAN," ujarnya.
Hanya ada satu pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah yakni adalah mensinkronkan dengan kebijakan World Trade Organization atau WTO. Tentunya jika mobil murah itu berarti ada insentif yang dikeluarkan oleh pemerintah, nah insentif ini jangan sampai mendobrak aturan resmi di WTO.
Β
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?