Di China Anak SD Beri Hormat Mobil Lewat

Di China Anak SD Beri Hormat Mobil Lewat

- detikOto
Selasa, 27 Okt 2009 07:14 WIB
Di China Anak SD Beri Hormat Mobil Lewat
Luolang - Semua siswa di Sekolah Dasar Luolang di China harus patuh pada beberapa aturan, seperti tidak berlarian di lorong sekolah, duduk di kursi sebelum bel sekolah berbunyi, angkat tangan jika bertanya.

Dan oh iya, memberikan hormat kepada setiap mobil lewat yang ditemui ketika berjalan menuju sekolah atau pulang sekolah.

Aturan nyeleneh ini dimaksudkan pejabat setempat untuk mengurangi kecelakaan di jalan raya. Salah satunya adalah dengan mengajari anak-anak untuk waspada di jalan sedari dini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti detikOto kutip dari New York Times, Selasa (27/10/2009), para pejabat China sudah mengeluarkan dekrit yang mengharuskan para siswa SD ini untuk mengangkat tangan mereka dan memberi hormat ketika ada mobil yang akan lewat.

Pejabat China beranggapan, selain dapat mengurangi kecelakaan, kebijakan ini juga berguna untuk mengajarkan sopan santun ke anak-anak SD tersebut.

Namun kebijakan ini tentu saja langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak. Birokrat China sendiri sedari dulu memang terkesan terlalu bebas dalam hal mengeluarkan kebijakan, sehingga sering kali mendapat kecaman dan ejekan terhadap kebijakan tersebut dan semakin menunjukan bahwa mereka memang kurang kompetensi untuk memerintah.

Simak saja kebijakan salah satu kabupaten di provinsi Hubei di bulan April lalu dimana pemerintah daerah setempat mengeluarkan kebijakan agar para PNS membeli 23.000 bungkus rokok merek lokal setiap tahunnya, bila tidak sesuai target departemen si karyawan akan di denda.

Begitu pula dengan pejabat Hanchuan, sebuah kota di Propinsi Hubei, yang pernah mengeluarkan kebijakan agar para pekerja membeli minuman lokal hingga sekitar US$ 300.000 setahun. Bila dihitung, setiap karyawan ternyata harus membeli tiga botol minuman sehari untuk memenuhi kuota.

Tapi karena mendapat banyak kecaman, kedua kebijakan itu akhirnya dibatalkan.

Kritikus sendiri telah memasang ribuan komentar negatif mengenai kebijakan pemberian hormat anak-anak SD kepada mobil-mobil yang lewat ketika mereka berangkat dan pulang dari sekolah dan menyebut kebijakan tersebut menyedihkan.

"Ini menyedihkan," tulis satu posting di buletin elektronik China. "Pejabat tidak layak untuk membebani anak-anak dengan berbagai syarat, lebih baik memasang alat pemantau kecepatan," ujar yang lain.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads