Presiden Direktur PT Mazda Motor Indonesia, Yoshiya Horigome, segera memberikan alasannya. Menurutnya, penurunan tersebut terjadi karena bila sebelumnya CX-7 berpenggerak 4x4, kini menjadi hanya 4x2.
"Tentunya perubahan penggerak roda tersebut turut mempengaruhi luxury tax (pajak barang mewah) varian tersebut, sehingga harganya bisa lebih murah," ujarnya di sela-sela peluncuran Mazda CX-7 dan CX-9 di XXI Lounge Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2009).
Bila sebelumnya, Mazda mematok harga Rp 597 juta on the road Jakarta untuk CX-7, maka dengan varian terbarunya sekarang, CX-7 hanya dibanderol seharga Rp 580 juta on the road untuk varian tertingginya, yaitu CX-7 GT.
"Berarti telah terjadi penurunan sebanyak kira-kira Rp 17 juta, dari varian sebelumnya yang berpenggerak 4x4," tambahnya.
Mazda CX-7 adalah varian SUV premium yang memiliki komposisi 5 tempat duduk, dengan dukungan mesin 2.3 liter, DISI turbo, yang dikembangkan dari sebuah konsep sport crossover SUV. (bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!