Namun PT BMW Indonesia menyatakan, kalau semua itu hanya akan sedikit menyulitkan mereka dalam meningkatkan penjualannya, namun bukan berarti harus menggoyahkan penjualan mereka.
"Karena bagaimanapun keadaannya, semuanya masih mungkin, begitu juga dengan penjualan kami," ujar Presiden Direktur PT BMW Indonesia, Ramesh Divyanathan.
Ramesh menambahkan, memang kenaikan pajak tersebut bakal sedikit menyulitkan BMW sebagai penyedia mobil segmen premium, tapi pasar segmen atas tersebut tentunya tetap ada dan tidak akan mati.
"Seperti halnya di Singapura maupun Malaysia, dimana pemerintahnya juga menerapkan pajak tinggi untuk otomotif, tapi mereka bisa bertahan, karena
pasarnya tetap ada," paparnya.
Ramesh pun tetap berharap kenaikan tersebut tidak terjadi, dan kalaupun tetap diberlakukan, BMW bakal mengambil langkah-langkah strategis tertentu sesuai dengan pengaplikasian pajak tersebut.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?