Hal tersebut diungkapkan oleh Vice President PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Yohannes Nangoi di sela-sela workshop dengan Group Astra di Bandung, Jumat (16/10/2009).
"Mobil masa depan haruslah irit bahan bakar, disini mesin diesel lebih baik dari mesin bensin," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, bus-bus yang bermesin diesel tapi mengeluarkan asap yang kotor itu sebenarnya bukan karena mesinnya, tapi karena buruknya kualitas solar di Indonesia karena solar disini memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Buruknya kualitas solar tersebut membuat jelaga di pembuangan dan menyebabkan gas buang jadi buruk," paparnya.
Dan bila pemerintah mampu menyediakan dan memperbanyak solar dengan kualitas
bagus semisal DEX, niscaya masalah akan jadi semakin mudah.
Isuzu sendiri menurut Nangoi siap menyediakan mesin dengan standar lebih tinggi dari standar Euro 2 yang saat ini ditetapkan pemerintah.
"Bila kualitas solar sudah lebih bagus dari sekarang, kami siap menyediakan kendaraan dengan mesin Euro 3 atau pun Euro 4. Karena kami memang punya produk itu," cetusnya.
Lebih lanjut Nangoi bercerita, bahwa di Eropa sana, pengadopsian mesin diesel itu sudah mencapai 60 persen dari seluruh mobil yang beredar disana. Sebab Eropa menganggap mesin diesel memang lebih irit dan ramah lingungan.
"Jadi selama harga mobil hybrid masih tidak terjangkau, diesel merupakan mesin masa depan kita," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi