Sebab karena rencana tersebut, Isuzu jadi pesimis pertumbuhan penjualan mereka akan melambat di tahun 2010 mendatang.
"Kita memang belum tahu ditelnya, tapi PPnBM dan pajak progresif memang cukup menakutkan," ungkap Vice President PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Yohannes Nangoi di sela-sela workshop dengan Group Astra di Bandung, Jumat (16/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
berimbas pada pertumbuhan industri otomotif di Indonesia.
"Awal-awal publik pasti kaget dengan kebijakan ini dan itu pasti berefek juga ke industri," ujarnya.
PPnBM sendiri menurutnya memang tidaklah akan banyak berpengaruh pada Isuzu. Sebab tarif tersebut hanya dikenakan untuk mobil penumpang diatas 3.000 cc.
Adapun untuk mobil komersial tidak akan kena pajak ini.
Nah, yang paling membuat pusing menurut Nangoi adalah kebijakan pajak progresif yang ingin diterapkan pemerintah dimana setiap orang yang memiliki kendaraan lebih dari satu akan mendapatkan bea pajak yang lebih tinggi.
"Kasihan kan yang punya usaha," cetusnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?