Selain lebih murah, upaya itu dimaksudkan agar pencemaran udara akan dapat berkurang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor Johannes Loman di pabrik Honda, Cikarang, Kamis (14/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insentif bagi motor-motor injeksi tersebut dianggap perlu karena bila jadi disuntikan harga motor-motor injeksi tentu akan lebih kompetitif sehingga daya serap pasar untuk motor jenis ini akan semakin meningkat.
Loman lalu mencontohkan bahwa sedikitnya varian motor injeksi yang saat ini beredar dipasaran bukanlah masalah pabrikan tidak sanggup membuatnya, tapi lebih kepada tingginya biaya produksi untuk membuatnya.
"Apalagi kalau diaplikasi ke motor-motor yang punya pangsa pasar besar seperti bebek dan skutik, tentu akan membuat harga motor itu jadilebih tidak kompetitif," ujarnya.
Motor injeksi di Indonesia masih sedikit. Motor Honda yang sudah mengadopsi sistem pengabutan injeksi antara lain Supra X 125 PGM-FI, sedangkan kompetitor Honda seperti Yamaha dan Suzuki memiliki V-ixion dan Suzuki Shogun dalam line up motor injeksi mereka.Honda sendiri menurut Loman siap mengaplikasi injeksi ke semua variannya. "Kalau pemerintah serius memperhatikan lingkungan, kami siap, karena sebenarnya untuk semua varian yang sekarang ada, kami punya varian injeksinya," jelas Loman.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta