Hal tersebut disampaikan Vice President Thai Auto Parts Manufacturer Association (TAPMA), Achana Limpaitoon, saat memberikan presentasi di Intercontinental Jakarta, Kamis (15/10/2009)
"Setelah krisis industri otomotif akan bergerak cepat, terutama dengan pertukaran mata uang Asia yang semakin menguat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indikasinya sudah mulai terlihat saat ini, seperti di India dan China, bahkan bisa saja di Indonesia dalam beberapa tahun kedepan," tambahnya.
Krisis ekonomi tersebut membantu Asia untuk mengembangkan mobil murah agar bisa dibeli oleh konsumen, mengingat populasi penduduk kawasan Asia yang sangat potensial untuk dijadikan pasar otomotif.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik