Kenaikan tersebut, dinilai sebagai sebuah kontradiksi, karena di satu sisi pemerintah meminta para ATPM untuk menggenjot penjualan mobil, namun di sisi lain diberatkan dengan pajak yang tinggi.
General Manager PT TC Subaru, Jimmy Halim pun turut angkat komentar mengenai hal itu, mengingat di Indonesia Subaru tergolong sebagai mobil kelas premium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Chief Operation Officer Lamborghini Jakarta, Endy Kusumo pun memiliki opini yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, dengan naiknya PPnBM, bisa jadi mobil premium bakal kehilangan pasar.
"Kalau naik begitu tinggi, lantas siapa yang mau beli?" ujarnya di Pasific Place, Sabtu (10/10/2009)
Padahal, tambahnya, pembeli Lamborghini dinilai sebagai salah satu penyumbang pajak yang besar untuk negara, sehingga jelas bakal menimbulkan kekhawatiran bila PPnBM benar-benar akan dinaikkan. (bgj/ddn)











































Komentar Terbanyak
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi