Namun sertifikasi ini ditengarai justru membuat praktik calo SIM semakin menjamur. Alasannya sederhana, bila proses pembuatan SIM makin sulit, fenomena merebaknya calo dan pungutan liar atau pungli tentu akan semakin tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Instruktur Safety Riding dari Safety Riding dan Driver Center, Joel Mastana ternyata langsung membantahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, kini sertifikat safety riding dikeluarkan oleh lembaga diluar kepolisian yang independen, bukan melulu oleh pihak kepolisian seperti proses pembuatan SIM yang sekarang berlangsung.
"Lembaga penguji ini tidak ada hubungannya dengan kepolisian, karena memang
kebanyakan dulunya adalah lembaga nirlaba yang memang sudah giat mengkampanyekan safety riding ke masyarakat," cetus Joel.
Jumlah lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat resmi safety riding pun menurut Joel akan berjumlah sedikit. Karena memang proses dan ketentuannya sangat ketat sekali.
Sementara untuk potensi pungli di tempat pembuatan SIM, Joel pun ternyata juga menafikannya. Sebab pihak kepolisian pun menurutnya dalam beberapa tahun belakangan memang sudah memperhatikan hal ini dan hasilnya, calo dan pungli di tempat pembuatan SIM sudah sangat sedikit sekali.
"Sudah sangat sedikit pungli dan calo di tempat pembuatan SIM sekarang ini, cek saja ke Daan Mogot," ujarnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS