rencana pemerintah dan DPR untuk menaikkan tarif pajak penjualan atas barang
mewah (PPnBM) sedikitnya membuat para ATPM cemas menunggu.
Terutama bagi ATPM yang memang memegang merek mobil mewah seperti halnya BMW Indonesia, yang menyatakan sampai saat ini hanya bisa menunggu kepastian dari pemerintah terhadap kebijakan naiknya PPnBM tersebut.
"Dampaknya pasti ada ya, namun sampai saat ini kita belum bisa berkomentar
banyak, hanya menunggu kebijakan dari pemerintah saja, bagaimana kepastiannya," ujar Corporate Communication Head PT BMW Indonesia, Helena Abidin, ketika dihubungi detikOto, Selasa (29/9/2009)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi untuk saat ini kita enggak mau berandai-andai, seperti apa nantinya, kita lihat saja perkembangannya," tambah Helena.
BMW sebagai pemegang merek mobil-mobil premium di Indonesia tentunya bakal turut terkena dampak dari kenaikan PPnBM tersebut, mengingat dari segi harga serta kapasitas mesin, mobil-mobil BMW bisa dikategorikan sebagai barang mewah.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun