belum 100 persen bebas hambatan. Semrawutnya lalu lintas jalan tol, serta masih
kurangnya kualitas jalan itu sendiri masih menjadi persoalan tersendiri.
Jalan yang bergelombang, bahkan berlubang. Truk-truk yang berjalan lamban
di lajur kanan, bahkan maraknya pengemudi yang menggunakan bahu jalan untuk
menyalip, semua itu masih menjadi fenomena nyata dijalan tol.
Hal tersebut diperparah dengan diberlakukannya kenaikan tarif jalan tol sejak
hari ini. Sehingga masyarakat pun banyak yang mempertanyakan kenaikan tarif
tersebut, tanpa bisa berbuat apa-apa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
karenanya sudah seharusnya investor terkait memperbaiki jalan tersebut," ujar
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Departemen Pekerjaan Umum, Nurdin Manurung,
kepada detikOto.
Namun bila kemacetan, tambah Nurdin, itu tidak masuk kategori standar kenyamanan minimum, namun lebih kepada jaringan jalan yang belum sempurna, atau luas dan panjangnya masih kalah dengan populasi kendaraan yang melintas.
Karenanya, tambah Nurdin, dirinya pun berkeinginan untuk membangun jalan tol
yang lebih panjang, dengan mengundang para investor-investor swasta.
"Namun kan mereka harus memiliki kepastian, apakah modalnya tersebut bisa balik
atau tidak," cetusnya.
Tapi, apakah kepastian tersebut adalah dengan meenyerap sebanyak-banyaknya
kendaraan untuk menggunakan jalan tol, tanpa diimbangi oleh kelayakan kualitas
jalan dan faktor-faktor penghambat lainnya, seperti kemacetan?
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Cuma Menepi Lihat Maps, Preman Tanah Abang Palak Mobil 'Pelat Luar' Rp 300 Ribu