Bila kenaikan tarif PPnBM yang sebelumnya sudah 75 persen akhirnya dinaikkan jadi 200 persen, penjualan beberapa kendaraan di Indonesia akan terhambat dan bahkan teracam tidak dapat terjual karena harga jual yang tidak realistis lagi.
Bahkan kalau benar-benar jadi terwujud, niatan Indonesia untuk segera mengeser dominasi Thailand dalam hal otomotif di ASEAN sepertinya tidak akan terwujud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pajak-pajak lain seperti Pajak Bea Balik Nama (BBN) hingga pajak yang paling baru yakni pajak progresif.
Hal itu disampaikan Direktur PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) Nugroho Tjandrakusuma di Jakarta, Rabu (16/9/2009).
"Kalau benar-benar dilaksanakan, bagaimana bisa kalahkan Thailand," ungkapnya.
Nugroho pun beranggapan bahwa saat ini dunia otomotif Indonesia sudah diberatkan oleh berbagai pajak yang menghambat pertumbuhan industri tersebut.
"Pajak-pajak yang sekarang ada saja sudah menbuat harga kendaraan jadi mahal, apalagi kalau (PPnBM) dinaikkan, harga kendaraan bisa tidak terjangkau dan tidak realistis," jelasnya.
Karena itulah, Nugroho berharap pemerintah dapat lebih bijak dalam memandang dan memikirkan hal tersebut. "Biarkan dulu industri ini tumbuh," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu