Kedua mobil tersebut berhasil menyaingi 12 produsen mobil dunia lainnya dalam persaingan pengurangan emisi gas buang di Eropa.
Seperti dikutip AFP, Kamis (17/9/2009), setelah melewati beberapa uji coba, BMW berhasil menurunkan emisi gas buang CO2 sebesar 10,2 persen di 2008. Sedangkan pabrikan Jepang, Mazda berhasil mengurangi emisi gas buang sebesar 8,2 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMW bisa mengurangi emisi pada setiap model mobilnya berkat penerapan teknologi Efficient Dynamics.
Langkah Ford yang menjual merek Jaguar dan Land Rovernya ke Tata Motors juga membantu perusahaan itu mengurangi jumlah kendaraannya yang beremisi tinggi.
Ford pun bisa mengurangi emisi gas buangnya hingga 6,7 persen. Sementara di sisi lain, VW dan produsen Jepang Honda dan Toyota tidak terlalu memberikan dampak yang berarti bagi pengurangan emisi di kendaraannya.
Tahun lalu, Uni Eropa menyepakati bahwa setiap produsen otomotif harus mengurangi emisi CO2 pada mobil barunya hingga 130 gram per km (0,6 mil) dalam jangka waktu 2012-2015.
Saat ini rata-rata angka emisi CO2 berada pada kisaran 150 gram per km. Produsen mobil di Eropa bisa didenda sebesar 95 euro untuk setiap mobil yang melebihi batas ambang emisi tersebut.
Pada skala itu, BMW dan Mazda sudah hampir mendekati ambang batas. BMW rata-rata mencatat angka emisi gas buang 154 gram per km, sedangkan Mazda 158 gram per km.
Sementara yang memiliki emisi tinggi adalah mobil-mobil VW, Nissan dan Daimler. Yang berada di kisaran 175 gram per km.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan