Awalnya, De Nysschen menyebut mobil hybrid Chevrolet Volt sebagai mobil untuk para idiot.
"Mobil itu (Volt) terlalu mahal, tidak bakal ada orang yang mau membayar mahal US$ 15.000 untuk mobil yang bersaing dengan (Toyota) Corolla. Jadi tidak bakal banyak orang idiot yang mau membelinya," ujar de Nysschen seperti dikutip autoblog, Jumat (4/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sadar kalau ucapannya ini bakal menjadi kontroversi, de Nysschen buru-buru meralat pernyataannya.
Seperti dikutip New York Times, dia menuturkan, mobil listrik memang bakal menjadi masa depan transportasi dunia. Menurutnya Audi juga tengah mengembangkan mobil listrik.
"Itu bukan niat saya untuk memberikan kesan bahwa saya menentang mobil-mobil listrik," ujar pria yang memang dikenal penggemar mobil-mobil diesel ini.
Namun meskipun demikian, dia masih mempertanyakan kelayakan dari Volt sebagai mobil konsep. Terutama dari sisi harga yang masih mahal.
"Salah satu cara untuk mengurangi biaya tinggi Volt adalah melalui subsidi yang dibayar oleh pembayar pajak. Jadi saya tidak melihat itu cukup ekonomis," ujarnya.
Nah, tidak saja de Nysschen yang agak meragukan soal perkembangan mobil listrik dan hybrid di dunia. Bos VW Amerika Stefan Jacoby juga sempat menuturkan bahwa bahan bakar mobil masa depan adalah solar.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih