otomotif global tampaknya sudah menemui babak akhir.
Sebab akhir pekan lalu Chrysler menuding Daimler tidak menghormati kontrak kerja mereka dimana Daimler memiliki perjanjian untuk memasok komponen ke Chrysler. Karena hal itu mengancam 'kelangsungan hidup' beberapa pabrik Chrysler.
"Daimler melakukan hal yang mengancam pembuatan produk-produk utama Chrysler
Group," ungkap juru bicara Chrysler Chrysler Gualberto Ranieri seperti dikutip
Automotive News, Kamis (27/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sengketa antara kedua 'mantan saudara' ini terjadi ketika Daimler menyatakan
bahwa saudaranya Chrysler sudah berutang 55 juta euro atau sekitar USD 78.7
juta. Akibatnya Daimler pun menghentikan pasokan mesin disel 2.2 liter yang
digunakan untuk model-model yang dijual di Eropa.
"Chrysler Group percaya bahwa langkah Daimler ini dirancang untuk memeras dengan semena-mena dan menahan bagian penting kontrak Daimler dimana Daimler telah berkomitmen untuk memasok untuk Chrysler Group," kata Ranieri.
Rinieri juga berkata bahwa masalah yang dibuat oleh Daimler tersebut juga
membuat produksi Grand Cherokee di pabrik perakitan North Jefferson di Detroit
jadi terancam, begitu pula dengan produksi Dodge Charger dan Challenger serta
Chrysler 300/300C di Brampton, Ontario.
Selain dengan Daimler, Chrysler juga memutuskan kerja sama dengan produsen mobil lain yakni Nissan dalam mengembangkan mobil pick up di Amerika.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar