Seperti halnya Mabua Harley-Davidson, sebagai pemegang merek motor Harley di Indonesia, yang mengutarakan, bahwa penerapan pajak progresif sebenarnya justru bisa membatasi kemakmuran negara.
Hal tersebut disampaikan Country General Manager Mabua Harley-Davidson, Irvino Edwardly, d isela-sela santap malam di Hotel Laras Asri, Salatiga, Selasa (11/8/2009)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena, bila penerapan pajak progresif tersebut benar-benar diterapkan, perlahan-lahan akan menghambat perkembangan industri otomotif, sehingga saat ini Mabua pun sedang konsen pada permasalahan tersebut.
"Ketika masyarakat mulai malas membeli kendaraan, saat itulah penerimaan negara dari industri otomotif mandek, otomatis kemakmuran negara menjadi terbatas," tutup Vino.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun