Sebab suku cadang tiruan, bajakan, palsu atau apa pun namanya memang tidak memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Konsumen tentu menjadi pihak yang paling dirugikan dalam hal ini.
Miris dengan suku cadang palsu itu lah, PT BMW Indonesia akhirnya meluncurkan program Product Piracy Campaign. Kampanye ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan konsumen tentang risiko berupa dampak negatif dan kerusakan yang serius yang mengancam mobil mereka akibat menggunakan suku cadang BMW yang tiruan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena selain memiliki kualitas yang rendah, suku cadang palsu pun memiliki dampak buruk dalam jangka pendek dan panjang terhadap mobil. Biaya 'rutin' yang dikeluarkan si pemilk pun jadi makin besar karena pemilik mobil menjadi lebih sering ke bengkel, hal inilah yang membuat biaya jadi kian bertambah mahal.
Produk tiruan menurut rilis yang diterima detikOto, Selasa (11/8/2009) jelas-jelas memicu berbagai dampak negatif.
Temuan Uni Eropa (EU) bahkan menunjukkan bahwa pemalsuan dan peniruan merek telah menyusup ke dalam pasar dunia, dan volume produk-produk tiruan ini mencapai 10 persen dari total volume perdagangan internasional.
Edannya lagi, kerugian finansial yang ditimbulkan akibat kegiatan pemalsuan ini dapat mencapai 300 miliar euro. Hal inilah yang membuat BMW Group merasa harus ikut memerangi aksi pemalsuan tersebut.
Padahal produk tiruan ini berdampak negatif terhadap sistem kerja mobil serta mengancam keselamatan pengemudi dan penumpangnya.
Karena suku cadang tiruan yang digunakan bermutu rendah sehingga produk tersebut biasanya menjadi cepat aus, rusak bahkan pada kecelakaan, yang dapat membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.
Di Indonesia, BMW juga telah mengidentifikasi kegiatan bisnis yang memperdagangkan suku cadang BMW tiruan. BMW juga telah mengambil langkah tegas terhadap kegiatan yang melanggar hukum ini.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas