Jangan Korbankan Industri Otomotif

Pajak Progresif

Jangan Korbankan Industri Otomotif

- detikOto
Senin, 10 Agu 2009 13:20 WIB
Jangan Korbankan Industri Otomotif
Jakarta - Rencana penerapan pajak progresif bagi setiap pemilik kendaraan di Indonesia dinilai menghambat dan melemahkan pertumbuhan industri otomotif di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh General Manager Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala ketika berbincang dengan detikOto, akhir pekan lalu.

"Bila saya melihat dari bisnis otomotif secara keseluruhan, pajak ini sangat tidak bijaksana," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena Sigit beranggapan bahwa dengan diberlakukannya pajak tersebut, otomatis industri otomotif nasional akan melemah. Padahal saat ini, industri otomotif kita sedang hot dan berkembang cukup pesat.

Industri otomotif pun menurut Sigit merupakan sebuah sektor pendukung ekonomi nasional, bayangkan saja, total penjualan motor pertahun saja bisa mencapai Rp 65 triliun.

"Masak ini mau dikorbankan, padahal kan kalau pun ini mau dikorbankan, pemerintah juga yang akan mendapat impact yang negatif," pungkasnya.

Jadi Sigit berharap bahwa pemerintah jangan hanya mau berpikir singkat tentang bagaimana meningkatkan pendapatan daerah dari pajak.

"Tapi juga pikirkan, kalau industri ini melemah, otomatis kan pendapatan pemerintah bukannya bertambah, tapi malah berkurang," tandasnya.

"Pemerintah harusnya mendukung industri ini untuk berkembang, bukan malah melemahkan. Bukannya kalau sudah berkembang pemerintah juga yang senang?" tanya Sigit.
(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads