Namun Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan, Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika, Panggah Susanto, berkelakar mengenai alasan tersebut.
"Di China saja yang penjualannya mencapai sekitar 10 juta nggak ada macet-macet, kok disini baru 400.000 saja sudah macet," ujarnya di sela-sela acara penghargaan Indonesia Otomotif Company, di di Hotel Le Meridien, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Kamis (6/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto.
Menurutnya ada beberapa cara bila memang pemerintah ingin mengurangi kemacetan tanpa harus membebankan pajak yang tinggi pada rakyat.
Pertama adalah dengan membenahi traffic manajemen lalu lintas kita. Dimana manajemen lalu lintas kita yang carut marut harus segera dibenahi. Kedua adalah dengan menggalakkan kembali disiplin ke para pengendara kendaraan di jalan.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Jangan Kaget Lihat Harga Pertamax, Sekarang Tembus Rp 16.250/liter