Akibatnya, insiden skutik nyelonong ketika diparkir dalam keadaan menyala pun sangat mungkin terjadi. Namun hal tersebut ternyata dianggap sebagai masalah lama dan telah terselesaikan.
Itu diungkapkan oleh Senior GM Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) A.S Tedjosiswoyo di Test Course AHM, Tipar Cakung, Jakarta, Kamis (6/8/2009).
"Itu kan masalah klasik skutik, kalau Honda mah sudah bisa menyelesaikannya dengan side stand switch," ujarnya bangga.
Side stand switch sendiri merupakan teknologi yang diterapkan Honda dimana ketika batang standar skutik Honda diturunkan, maka otomatis mesin skutik itu akan mati.
"Teknologi ini berguna untuk menjaga ketika motor diparkir di sembarang tempat yang banyak anak kecilnya," pungkas Tedjo.
Tidak sampai disitu, Tedjo pun menjelaskan bahwa Honda juga membekali setiap skutiknya entah itu BeAT, Vario dan Vario CBS Techno dengan aplikasi pelindung lain seperti parking brake system.
"Dengan teknologi ini, motor diparkir dapat diposisikan dalam keadaan mengerem, sehingga bila di dorong atau pun terdorong, motor itu tidak nyelonong. Seperti fungsi rem tangan pada mobil," jelas Tedjo.
Kedua teknologi ini menurut Tedjo memang terlihat sangat sepele, namun bila melihat kecenderungan tingginya insiden yang terjadi akibat masalah sepele ini, kedua hal tersebut langsung berubah menjadi penting.
"Kedua teknologi ini memang sangat sederhana dan cenderung sepele, tapi bila dilihat dari kegunaan dan antisipasi yang dapat dilakukan, maka keduanya dapat dikatakan sangat penting," tandasnya.
Apalagi lanjut Tedjo saat ini baru Honda yang menerapkan teknologi ini ke skutik mereka sedangkan merek yang lain sepertinya sudah cukup puas dengan semua perangkat yang sudah mereka usung.
"Saat ini cuma Honda yang menerapkan teknologi ini, karena kami memang sudah berkomitmen melindungi semua konsumen kami dari segala kemungkinan negatif," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?