Nissan akan memulai memproduksi sekitar 200.000 mobil listrik Nissan Leaf pada tahun 2010. Target pertama penjualan Leaf adalah negara AS dan disusul Jepang.
Seperti dikutip Reuters, Senin (3/8/2009), CEO Nissan Carlos Ghosn mengendarai prototipe mobil listrik ini bersama mantan PM Jepang Junichiro Koizumi ketika perkenalan Leaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghosn menggambarkan Leaf sebagai mobil yang dahsyat. "Seperti memiliki mesin turbocharger, tidak ada delay dalam respons mesin karena memang tidak mengalami perubahan gigi," ujarnya.
Harga mobil ini belum resmi diumumkan, namun Ghosn menjamin mobil listriknya bakal tidak jauh dari mobil-mobil berbahan bakar bensin biasa.
Nissan Leaf memiliki top speed 140 km per jam dan bisa melaju hingga 160 km untuk setiap pengisian baterainya.
Nissan Leaf bisa dicharge dalam kecepatan tinggi hingga 80 persen kapasitasnya hanya dalam waktu 30 menit. Namun jika mengisi baterai di rumah dengan daya listrik 200V maka pengisian baterai hingga penuh diperkirakan mecapai 8 jam.
Connected Mobility IT System
Mobil listrik tanpa teknologi canggih bakal sia-sia tentunya. Dan hal ini disadari Nissan. Untuk itu Nissan menggunakan teknologi informasi canggih yang eksklusif di Leaf.
Mobil ini bisa terhubung dengan global data center, sehingga sistem dalam mobil bisa mendukung, memberikan informasi dan hiburan bagi pengemudinya 24 jam non stop.
Fitur lainnya adalah penggunaan ponsel untuk mengaktifkan sistem pendingin udara.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar