PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) yang menjadi distributor motor-motor asal Italia, termasuk Piaggio ternyata tidak berminat untuk memasarkan motor itu.
Sebab distributor yang juga memasarkan motor-motor bermerek Gillera, Nexus, Vespa dan Aprilia ini memandang harga jual MP3 Hybrid yang tinggi akan menyulitkan pihaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila masuk ke Indonesia, motor ini akan dikenai berbagai macam pajak yang akan membuat harganya melambung tinggi," ungkapnya.
Itu terjadi karena Indonesia tidaklah seperti negara lain yang memberikan subsidi pada kendaraan-kendaraan ramah lingkungan seperti hibrid ini.
Padahal, menurut Nugroho, bila pemerintah Indonesia memberikan subsidi seperti halnya negara-negara di Eropa dan Amerika, pasar kendaraan ramah lingkungan seperti MP3 Hibrid ini akan sangat berkembang.
Piaggio MP3 Hybrid merupakan sepeda motor pertama yang didukung mesin hibrid hasil kolaborasi dari mesin bensin berkapasitas 124 cc dan motor listrik bertenaga 2.6 kW.
Motor yang dilengkapi dengan gigi mundur ini sangat ramah pada lingkungan karena dapat menempuh jarak 60 km dengan hanya meminum 1 liter bensin dan memproduksi emisi Co2 hanya sekitar 40 gram per km.
Padahal MP3 yang versi 'konvensional' hanya sanggup menempuh 26 km per 1 liter bensin, dengan emisi Co2 90 gram per km.
Di pasar Eropa, MP3 Hybrid ini akan dilepas dengan harga sekitar 8.000-9.000 poundsterling atau sekitar Rp 133 juta sampai Rp 150 juta.
"Bayangkan saja bila harga tersebut masih ditambah dengan beragam pajak Indonesia, disini bisa jadi ratusan juta harganya," pungkas Nugroho.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?